Twitter

Mempersiapkan Jawaban di Hari Kiamat

Author Unknown - -
Home » , » Mempersiapkan Jawaban di Hari Kiamat


Persiapkamn dirimu memberikan jawaban yang benar untuk hari dimana kamu akan diminta pertanggung jawaban yaitu hari kiamat tentang masa muda, tentang ilmu, tentang perbuatan dan harta yang kamu keluarkan. Itu adalah arti dari bait nazam berikut ini :

وَأَعْدِدْ يَوْمَ تُسْأَلُ عَنْ شَبَابٍ ، وَعَنْ عُمْرٍ وَ عِلْمٍ وَاكْتِسَابٍ وَاِنْفَاقٍ جَوَابًا لِلسِّدَادِ
Dalam dalil dari al Qur'an al karim, firman Allah : Hari yang dimaksud: “Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucapkan kata yang benar.” (an-Naba’ [78]:38)
Bait nazham ini didasari dengan hadits nabi: “Tidak akan melangkah kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang lima perkara: tentang umurnya untuk apa dia gunakan, masa mudanya untuk apa dia habiskan, hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia keluarkan dan ilmunya apa yang dia amalkan dengannya.”(HR.Tirmidzi)
Umurnya untuk apa dia gunakan
Umur dalam hadits ini mencangkup masa muda dan masa tua. Akan tetapi disebutkan kembali masa muda dalam hadits ini. Karena masa muda adalah masa yang kuat untuk digunakan dalam ketaatan kepada Allah atau sebaliknya kemaksiatan kepada-Nya.
Hadits di atas memerintahkan untuk mengisi kehidupan ini dengan ketaatan kepada Allah dan bersabar dalam keadaan itu sampai meninggal dunia. 
Sebagaimana firman Allah: 
فَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ وَكُن مِّنَ ٱلسَّٰجِدِينَ .  وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu diantara orang-orang yang bersujud (shalat), dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).” (al-Hijr [15]:98-99)

 وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَۚ وَمَا تُقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُم مِّنۡ خَيۡرٖ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِۗ

“Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah.” (al-Baqarah [2]: 110)

“Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (za-Zalzalah [99]: 6-8)
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah saw., beriwayatkan dari Tuhannya (hadits qudsi): “Tidaklah seorang hamba mendekatkan dirinya kepadaKu satu jengkal maka Aku akan mendekatinya satu hasta. Apabila dia mendekatkan dirinya kepadaKu satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa. Apabila dia datang kepadaKu dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari.” (HR. Bukhari)
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah saw., bersabda: “Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari mukmin yang lemah, dan dalam setiap keduanya ada kebaikan. Jagalah atas apa yang bermanfaat bagiMu. Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu mengalami sesuatu, janganlah kamu katakan: “Seandainya aku melakukan ini maka akan seperti ini jadinya.” Akan tetapi katakanlah, Allah telah mentakdirkan ini dan apa yang dikehendakiNya pasti terjadi. Apabila kamu berkata: “Seandainya”.maka kamu telah membuka pintu setan.” (HR. Muslim)
Diriwayatkan oleh Abdullah bin Basar ra., Rasulullah saw., bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik perbuatannya.” (HR. Tirmidzi)
Hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia keluarkan?
Ini merupakan perintah untuk mencari harta dengan cara yang halal dan menginfakkannya dalam kebaikan.

Allah berfirman:

قُل لَّا يَسۡتَوِي ٱلۡخَبِيثُ وَٱلطَّيِّبُ وَلَوۡ أَعۡجَبَكَ كَثۡرَةُ ٱلۡخَبِيثِۚ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ 

“Katakanlah, tidaklah sama buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan.”(al-Maidah [5]: 100)
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah saw., bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan Dia tidak menerima kecuali yang mukmin seperti apa yang diperintahkanNya kepada para rasul.

Allah berfirman: “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Mukminun [23]:51)
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (al-Baqarah [2]:172)

Kemudian dia menceritakan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh rambutnya kusut dan badannya berdebu, dia mengangkat kedua tangannya ke langit: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan berperang dengan yang haram. Apakah Aku akan mengabulkan doanya.” (HR. Muslim)
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., Rasulullah saw., bersabda: “Barangsiapa yang mengumpulkan harta dari cara yang haram lalu dia bersedekah dengannya, maka tidak ada pahala dalam sedekahnya akan tetapi dia akan mendapatkan dosa.” (Ibn Khuzaimah dan Ibn Hibban)
Diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud ra., Rasulullah saw., bersabda: “Demi Zat yang diriku ada padaNya, tidaklah seorang hamba mencari harta yang haram. Lalu dia bersedekah dengannya dan sedekah itu diterima oleh seseorang, atau dia tidak menginfakkannya tetapi digunakan untuk dirinya sendiri, atau dia mengeluarkan seluruhnya dan tidak meninggalkan sedikitpun, kecuali harta itu akan membawanya ke neraka. Sesungguhnya Allah tidak akan menghapus kejelekan dengan kebaikan. Sesungguhnya yang buruk tidak akan menghapus yang buruk.” (HR. Ahmad)

Artikel Terkait: